Selamat Datang dan Enjoy Reading.. Dimohon Untuk Tinggalkan Komentar Kalian Yah.. Thanks

Sabtu, 26 November 2011

Perempuan Hanya bisa Jaga Rahasia 32 Menit Saja??




Ilustrasi (google)


Ketika merasa senang, sedih, dan saat jatuh cinta, banyak orang butuh teman untuk berbagi cerita dan berbagi rahasia. Sebagian orang lebih nyaman untuk berbagi rahasia dengan sesama jenisnya. Namun, ada juga yang lebih nyaman untuk berbagi dengan lawan jenisnya. Tetapi, berhati-hatilah jika Anda memutuskan untuk berbagi rahasia dengan perempuan karena, menurut sebuah penelitian, perempuan tidak bisa menjaga sebuah rahasia dalam waktu lama. Yang paling mengejutkan, penelitian ini menunjukkan bahwa perempuan bisa menjaga rahasia setengah jam saja.
Para peneliti menemukan bahwa ketidakmampuan perempuan menjaga rahasia disebabkan oleh keinginan untuk bergosip, dan biasanya rahasia ini akan menyebar tidak lebih dari 32 menit setelah diceritakan. Namun, kecepatan rahasia ini beredar tergantung pada jenis rahasia yang diceritakan. Cerita yang paling banyak digosipkan adalah tentang suami, orangtua, ataupun sahabat.
Studi yang dilakukan terhadap 3.000 perempuan menemukan bahwa 1 dari 10 perempuan mengaku bahwa mereka tidak mampu menyimpan rahasia, tidak peduli seberapa pribadi atau rahasianya berita ini. Lalu, 85 persen perempuan mengatakan bahwa mereka sangat menikmati ketika mendengar gosip orang lain.
Kebalikan dengan kegembiraan si pendengar dan pencerita gosip, banyak juga perempuan yang menempatkan diri pada posisi perempuan yang merasa kepercayaannya terkhianati oleh temannya sendiri. Survei mengungkapkan bahwa hampir separuh dari mereka merasa perlu untuk menceritakan permasalahan seseorang untuk menunjukkan keprihatinan dan mencari solusi dari lain pihak. Sementara 13 persen lainnya mengatakan bahwa mereka sengaja menceritakan rahasia orang lain sebagai bahan gosip sehingga akan menyebar luas.
Dr Christine Bundy, dosen senior di bidang kesehatan dan psikologi medis di University of Manchester, mengatakan, “Perempuan perlu memutuskan apa yang harus diungkapkan, dan apa yang harus disimpan agar gosip tidak menyebar. Tempatkan diri Anda dalam posisi orang yang sudah menceritakan semua rahasianya pada Anda, dan berharap bahwa Anda bisa menjaga rahasianya tetap aman. Jika Anda mengira bila menyebarkannya kepada orang lain bisa sangat mengganggu si pencerita, maka sangat disarankan untuk merahasiakannya, terutama jika itu sangat pribadi dan penting,” tukasnya.
(Sumber: Kompas.com)

Tujuh Misteri Terbesar Planet Mars


Kawah Rabe yang berwarna biru di Planet Merah (NASA/JPL-Caltech/University of Arizona)

Mars dikenal sebagai “bintang api” oleh astronom kuno China. Peneliti masa kini sering menyebutnya sebagai planet merah.
Meskipun puluhan wahana ruang angkasa telah dikirimkan ke Mars, masih banyak hal yang menjadi teka-teki dan memunculkan pertanyaan mengenai planet tersebut. Inilah beberapa misteri Planet Mars yang menarik disimak, seiring dengan rencana NASA meluncurkan wahananya, Mars Science Laboratory Curiosity, ke sana pada 25 November mendatang.
1. Mengapa Mars memiliki dua wajah berbeda?
Para peneliti sejak lama bertanya-tanya mengapa dua sisi Planet Mars memiliki perbedaan yang mencolok? Belahan utara Mars bisa dikatakan datar dan berupa dataran rendah, bahkan termasuk salah satu permukaan paling datar, paling halus di tata surya. Kondisi itu barangkali terbentuk oleh air yang diduga pernah mengalir di permukaan planet merah.
Sementara itu, kebalikannya, belahan selatan Mars memiliki permukaan yang terjal, berkawah, dan sekitar 4 km hingga 8 km lebih tinggi dibanding belahan utara. Bukti-bukti terkini memunculkan perkiraan bahwa perbedaan antara sisi utara dan selatan Mars itu diakibatkan oleh batu raksasa dari ruang angkasa yang menghantam Mars pada masa lalu.
2. Dari mana asal gas metana di Mars?
Metana—molekul organik paling sederhana—pertama kali ditemukan di atmosfer Mars oleh wahana Mars Express milik Badan Antariksa Eropa pada tahun 2003. Di Bumi, sebagian besar gas metana di atmosfer dihasilkan oleh makhluk hidup. Gas metana diduga sudah ada di atmosfer Mars sejak 300 tahun lalu. Artinya, apa pun sumbernya, keberadaan gas tersebut belum lama.
Meski begitu, gas metana bisa juga muncul di luar kehidupan, seperti misalnya dari aktivitas vulkanik. Wahana ExoMars milik ESA yang akan diluncurkan pada 2016 bakal meneliti komposisi kimia atmosfer Mars dan mempelajari keberadaan metana di sana.
3. Di manakah lautan Mars?
Banyak misi ke Mars menemukan bukti-bukti bahwa planet tersebut pernah memiliki kondisi cukup hangat sehingga air tidak membeku dan bisa mengalir di permukaannya. Bukti-bukti itu antara lain berupa wilayah yang seperti bekas lautan, jaringan-jaringan lembah, delta-delta sungai, dan sisa-sisa mineral yang seolah terbentuk oleh air.
Meski begitu, pemodelan iklim Mars belum bisa menjelaskan bagaimana temperatur hangat itu bisa terjadi, mengingat cahaya Matahari jauh lebih lemah dahulu. Ada dugaan, bentuk-bentuk di atas terbentuk bukan oleh air, melainkan oleh angin atau mekanisme lain. Namun masih tetap ada bukti bahwa Mars pernah cukup hangat untuk mendukung keberadaan air dalam bentuk cair, setidaknya di satu tempat di permukaannya.
4. Apakah ada air mengalir di permukaan Mars saat ini?
Meski sebagian besar bukti menunjukkan bahwa air pernah mengalir di permukaan Mars, masih menjadi teka-teki apakah masih ada air yang mengalir di permukaan planet tersebut saat ini. Tekanan atmosfer Mars terlalu rendah, sekitar satu per seratus tekanan di Bumi sehingga air sulit berada di permukaannya. Namun ada jalur gelap dan sempit di lereng-lereng Mars yang memunculkan dugaan bahwa ada air yang mengalir tiap musim semi.
5. Apakah ada kehidupan di Mars?
Wahana pertama yang berhasil mendarat di Mars, Viking 1 milik NASA, memunculkan teka-teki yang masih misterius saat ini: Adakah bukti kehidupan di Mars? Viking adalah wahana yang secara khusus ditugaskan untuk mencari kehidupan di Mars, dan apa yang ditemukan masih menjadi perdebatan hingga hari ini. Wahana itu telah menemukan adanya molekul organik seperti metil klorida dan dichloromethane. Walau demikian, senyawa-senyawa itu bisa jadi merupakan kontaminasi dari Bumi yang terbawa saat wahana bersiap meluncur di Bumi.
Permukaan Mars sendiri sangat tidak bersahabat bagi makhluk hidup dalam hal suhu yang sangat rendah, radiasi, kondisi kering, dan faktor-faktor lain. Walau begitu, ada makhluk-makhluk hidup yang bisa bertahan di lingkungan ekstrem di Bumi, seperti di Lembah Kering Antartika yang dingin dan kering, atau wilayah amat kering di Gurun Atacama di Cile.
Secara teori, selalu ada kehidupan, seperti ada air dalam bentuk cair di Bumi. Kemungkinan pernah adanya lautan di Mars memunculkan pertanyaan apakah pernah ada kehidupan di sana. Bila ada, apakah sampai saat ini makhluk-makhluk hidup itu tetap eksis? Jawaban atas pertanyaan itu mungkin membantu memberikan sedikit pencerahan terhadap pertanyaan seberapa umumkah kehidupan di jagat raya.
6. Apakah kehidupan di Bumi berawal dari Mars?
Meteorit yang ditemukan di Antartika dan berasal dari Mars—terlempar dari planet merah akibat tabrakan kosmis—memiliki struktur serupa dengan batuan yang dihasilkan mikroba di Bumi. Meski penelitian lebih jauh menunjukkan bahwa struktur itu terbentuk karena proses kimia dan bukan biologi, perdebatan mengenai Mars sebagai asal-usul kehidupan di Bumi masih berlanjut. Beberapa orang masih memegang teori bahwa kehidupan di Bumi berasal dari Mars, dan terbawa ke Bumi bersama meteorit.
7. Bisakah manusia hidup di Mars?
Untuk menjawab apakah kehidupan pernah ada atau masih ada di Mars, barangkali manusia perlu pergi ke sana dan mencarinya sendiri.
Pada tahun 1969, NASA pernah merencanakan misi berawak ke Mars pada tahun 1981 dan membangun stasiun permanen di sana tahun 1988. Namun perjalanan antarplanet itu ternyata menghadapi tantangan ilmiah dan teknologi yang tidak kecil.
Para ilmuwan harus mengatasi berbagai masalah perjalanan antarplanet, seperti makanan, air, oksigen, efek gravitasi mikro, kemungkinan radiasi yang berbahaya, dan kenyataan bahwa astronot yang pergi ke sana akan berada jutaan kilometer dari Bumi sehingga tidak mudah untuk mendapat bantuan bila terjadi sesuatu. Selain itu, mendarat, bekerja, dan hidup di planet lain lalu kembali ke Bumi bukan perkara mudah.
Meski begitu, banyak peneliti yang ingin melakukan misi itu. Tahun ini, enam sukarelawan hidup terisolasi seolah sedang berada dalam wahana ruang angkasa selama 520 hari dalam proyek yang disebut Mars500. Simulasi penerbangan ruang angkasa terlama ini bertujuan untuk meniru perjalanan ke Mars.
Banyak sukarelawan bahkan bersedia diterbangkan ke Mars meski kemungkinan tidak bisa kembali.Berbagai rencana juga dibuat, misalnya dengan mengirimkan mikroba pemakan batu terlebih dahulu, sebelum manusia didatangkan. Teka-teki mengenai apakah manusia akan pernah menjejakkan kaki ke Mars memang masih tergantung pada alasan, mengapa kita harus mencoba menjelajahi planet merah itu.

(Sumber: Kompas.com)

Jembatan Ini Mirip Saat Nabi Musa Belah Laut Merah


Jembatan Musa di Halsteren, Belanda.(The Sun)

Lembaga arsitek di Belanda membangun sebuah jembatan yang terinspirasi dari cerita ketika Nabi Musa membelah Laut Merah. Jembatan yang berada di tengah air tersebut membelah sebuah kali di Halsteren, Belanda.
Jembatan tersebut digarap lembaga arsitek RO&AD. Bangunan bernama Jembatan Musa itu dibangun sebagai akses menuju sebuah hutan abad ke-17 di Halsteren.
Juru bicara RO&AD, Ad Kil, mengatakan, “Konstruksi jembatan ini seluruhnya terbuat dari kayu tahan air dengan kertas timah. Jembatan itu terbentang seperti selokan yang dibangun untuk terlihat menyatu dengan gambaran lanskapnya.”
Untuk mencegah tidak dimasuki air, RO&AD melengkapi jembatan itu dengan pompa khusus.
Jika dilihat dari kejauhan, jembatan tersebut tidak terlihat karena berada di air. Jembatan Musa merupakan bagian dari The West Brabant Water Line yang terdiri dari serangkaian benteng pertahanan di Halsteren.
Ditugasi merenovasi The West Brabant Water Line, RO&AD memutuskan untuk tidak merombak desain aslinya. Mereka pun membangun jembatan tersebut.
“Ketika Anda mendekat, benteng tersebut menyambut Anda melalui sebuah selokan kecil. Lalu, Anda berjalan menuju gerbang benteng seperti Musa di dalam air,” kata Ad Kil.
(SumberTempo Interaktif)

Ada Janin Di Dalam Perut Seorang Pria


ilustrasi Thomas, pria yang mengandung anak (Foto: cheeju.wordpress.com)
Ilustrasi Thomas, pria yang mengandung anak

CIREBON- Kasus medis laki-laki melahirkan janin terjadi di Kabupaten Cirebon seperti ditangani Rumah Sakit Umum Daerah Arjawinangun pada seorang pria yang namanya dirahasiakan.

Pria yang kemudian dikenal Tuan D (41), asal Desa Pegagan Lor, Kecamatan Kapetakan, Kabupaten Cirebon, tersebut datang ke rumah sakit dengan kondisi benjolan di perut layaknya hamil pada 27 September 2011.

Berdasarkan keterangan Dokter Ahli Bedah RSUD Arjawinangun Herry Setya Yudha Utama dalam blognya, di dunia kedokteran kasus itu disebut Fetus In Fetu (FIF) yang dikenal langka.

Menurut catatan Herry, Tuan D datang dengan keluhan benjolan pada perut sebelah kiri. Benjolan itu menurut pengakuan pasien sebagaimana dikutip dalam blog Herry sudah dirasakan selama puluhan tahun.

Bahkan belakangan terasa nyeri dan semakin membesar dalam lima tahun terakhir. Benjolan yang semakin ke arah atas tersebut, diakui pasien membuatnya sesak napas.

Masih menurut pasien, benjolan itu sebelumnya tidak dirasakan ketika kecil. Selain keluhan nyeri dan benjolan membesar, pasien pun menyangkal mengalami mual, muntah, perut kembung, maupun tidak bisa Buang Air Besar.

Atas dasar itu, Tuan D kemudian menjalani operasi. Berdasarkan diagnosa awal, sejauh ini Tuan D menderita Tumor Intra Abdomen (Teratoma). Tim dokter kemudian melakukan laparotomi dan menemukan selaput berisi jaringan yang hancur karena diduga berada di dalam selama sekira 41 tahun.

Keberadaan janin pada Tuan D diperkuat dengan temuan selanjutnya dalam operasi tersebut. “Juga terdapat rambut dan serpihan kecil tulang dan terdapat jaringan utuh berbentuk seperti kaki,” terang Herry dalam salah satu bagian blognya, Kamis (24/11/2011).

Dia memaparkan, FIF merupakan masa fetiform yang masuk ke dalam tubuh janin. Terjadi karena, embrio tingkat awal. Seperti individu kembar yang berkembang tidak seimbang, satu tumbuh normal sedangkan lainnya tidak utuh.

FIF merupakan tumor monozigot parasit. Terutama ditemukan pada neonatus dan anak-anak dengan 89% kasus, yang terjadi sebelum usia 18 bulan dan hanya tiga kasus yang dilaporkan setelah usia 15 tahun.

Dalam hal ini, perut dan retroperitoneum merupakan lokasi utama terjadinya FIF. Namun, FIF bisa juga melibatkan bagian anatomi lain seperti, mediastinum, panggul, skrotum, sacrococcygeal, leher, dan tengkorak.
Pada kasus Tuan D, FIF terdapat di perut slayaknya wanita hamil.

Dalam dunia kedokteran, kasus Tuan D bukanlah yang pertama karena telah terjadi sembilan kasus lain sebelumnya seperti di China, Mesir, Meksiko, Pakistan, bahkan Indonesia.

“FIF diperkirakan terjadi sekali dalam 500.000 kelahiran. Pada banyak kasus, FIF ditemukan pada anak-anak, jarang pada orang dewasa muda,” ungkap dia lagi.

Terpisah, Wakil Direktur Pelayanan Medis Ahmad Qoyyim membenarkan adanya operasi terhadap seorang pria berusia 41 tahun asal Kecamatan Kapetakan. Namun, pihaknya enggan memberi komentar lebih jauh.

“Lebih jelasnya ke dokter yang bersangkutan, tapi operasi itu memang benar dan kami juga masih menyimpan jaringan yang diduga janin tersebut dan mengawetkannya untuk kepentingan ilmu pengetahuan,” tutur dia.

Dia menambahkan, operasi berjalan lancar dan pihaknya memperoleh laporan Tuan D tidak lagi mengalami nyeri di bagian perut. Sementara itu, pihak rumah sakit masih merahasiakan identitas asli Tuan D demi kepentingan etika.

Adv